Ada desa yang diajukan sebagai desa wisata dan ada juga desa budaya yang menjadi wisata budaya kalimantan tengah yang patut dikunjungi. Desa-desa tersbut diajukan dalam daftar desa wisata tentu saja karena memiliki kawsan wisata yang dapat dikembangkan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian dari daerah tesebut. Dimana untuk menambah lagi wisatawan yang hadir, dinas kebudayaan dan pariwisata juga menobatkan 3 kelurahan atau desa di Palangkaraya sebagai desa budaya yang memiliki destinasi wisata kalimantan tengah terpopuler. Ketiga desa tersbet adalah Tangkiling, Mungku Baru, dan Danau Tundai. Dimana ketiga desa ini sangat mengunggulkan budaya mereka untuk menarik perhatian wisatawan untuk mempelajari budya mereka yang unik an tentu saja akan jauh berbeda dengan  budaya-budaya Indoenesia yang lainnya.


Wisata budaya memang keunggulan dari bebrbagai daerah yang ada di Indonesia. Hal ini disebabkan karena memang setiap daerah di Indonesia pasti emmiliki budaya dan tradisi yang berbeda-beda sehingga sangat menarik untuk dipelajari apalagi untuk turis asing yang memang ingin mengetahui budaya Indonesia tak terkecuali untuk kalimantan tengah sehingga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang ada di kalimantan tengah pasti saat ini sedang menggalakkan berbagai cara untuk mempromosikan wisata yang ada di kalimantan tengah dengan berbagai cara. Termasuk juga dengan cara melabeli beberapa desa sebagai desa budaya yang membuat para pengunjung bisa menikmati buaya yang ada di kalimantan tengah atau berdasarka adat istiadat yang ada di suku mereka. Tiga desa yang diajukan dalam promosi ini adalah sebagai berikut Tangkiling, Mungku Baru, dan Danau Tundai.

Dimana untuk desa budaya adalah kelurahan atau desa yang memang dihuni oleh suku tertentu dan masih menerapkan beberapa tradisi kesukuan yang masih dianggap unuk oleh para pengunjung dan juga bisa mempelajari adat istiadat yang masih mereka gunakan dalam keadaan yang sudah sangat modern ini. Tradisi yang ada tersbut menjadi hiburan tersendiri bagi para turis sehingga menjadi salah satu hal yang bisa mendorong penghasilan dari sektor pariwisata di masing-masing desa yang ada di kalimantan tengah.